Halo sahabat bloggerku kali ini jumpa kali denganku. Dalam kesempatan ini aku akan menyampaikan sedikit opiniku terhadap suatu permasalahan yang menurutku lumayan mengganggu. Yap! Tahun politik, tahun ini adalah tahun politik sahabat. Kenapa disebut tahun politik karena tahun ini di negaraku Indonesia sedang berlangsungnya pesta demokerasi besar-besaran. Gimana ga besar sahabat. Tahun ini akan ada pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPRD loh yang dilakukan secara serentak bersama pada tanggal 17 April 2019. Sebelum menuju hari tersebut pastinya semua calon akan berlomba - lomba merebut hati masyarakat untuk memilihnya. Berbagai cara mereka pasti lakukan salah satunya yang dilakukan oleh beberapa calon DPRD daerah magelang dari sebuah partai besar di Indonesia. Mereka menggunakan jalur kampanye dengan knalpot 'treng-treng'.
Kampanye sendiri adalah sebuah tindakan yang bertujuan mendapatkan pencapaian dukungan, usaha kampanye sendiri bisa dilakukan oleh peorangan atau sekelompok orang yang terorganisir untuk melakukan pencapaian suatu proses pengambilan keputusan di dalam suatu kelompok, kampanye biasa juga dilakukan guna memengaruhi masyarakat. Sedangkan apa si knalpot 'treng-treng'? Knalpot 'treng-treng' adalah knalpot motor yang mengeluarkan tingkat suara kebisingan jauh lebih tinggi dibandingkan knalpot biasa. Biasanya yang menggunakan knalpot ini adalah jenis motor Rx-King. Kampanye yang dilakukan oleh paslon tersebut dilakukan dijalan raya dengan arak-arakan masyarakat pendukungnya yang menggunakan knalpot 'treng-treng' alias knalpot bobokan. Kampanye ini menurut opini saya sangat tidak efektif bagaimana tidak efektif karena kegiatan kampanye ini dilakukan di jalan raya dimana semua masyarakat berhak melewatinya dan dilakukan arak-arakan hingga melewati jalan gang di pedesaan. Suara bising yang dikeluarkan dari jenis kendaraan dengan knalpot 'treng-treng' ini saja sudah membuat polusi telinga apalagi asap yang dikeluarkan dari jenis motor ini dengan jumlah banyak akan mengeluarkan asap yang akan membuat polusi udara semakin banyak.
Menurut aku nih sahabat, tidak perlu seharusnya seorang paslon melakukan kampanye dengan cara seperti ini. Seharusnya seorang calon wakil rakyat dalam menarik simpatisannya bisa menggunakan cara yang lebih baik dengan tidak menganggu masyarakat lainnya. Hal ini bagi beberapa pihak termasuk saya sendiri justru membuat tidak tertarik untuk dipihaknya karena hal ini menurutku sangat tidak mencirikan seorang wakil rakyat yang seharusnya bersikap adil dan bijaksana. Dari cara dia berkampanya saja menurut pendapat saya tidak adil. Bagaimana bersikap adil, kampanye menggunakan cara seperti itu hanya berada di pihak mereka yang suka menggunakan dan mendengarkan kebisingan yang bersumber dari suara knalpot tersebut tanpa memikirkan pihak lainnya yang ada di daerah atau jalan raya yang sedang mereka gunakan. Tidak hanya mengeluarkan suara bising, kampanye ini juga menimbulkan kemacetan dibeberapa titik daerah Magelang. Bukan itu saja knalpot yang digunakan para pendukungnya juga sudah jelas tidak sesuai dengan aturan dari pemerintah yang artinya melanggar peraturan. Hal itu sudah terlihat jelas kan sahabat bahwa kampanye dengan jalur seperti ini tidak patut untuk kita tiru. Sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menarik simpatisan tapi apakah mereka harus menggunakan cara seperti ini. Gunakanlah cara yang mencirikan calon wakil rakyat yang baik, adil dan bijaksana. Begitulah sedikit opini saya mengenai tahun politik dan knalpot 'treng-treng'.
#SalamAntiTreng-Treng
Love, Diana - Lilin Kehidupan



Tidak ada komentar:
Posting Komentar